Belajar dan diskusi di luar ruang kelas

Ketika belajar di luar ruangan sehingga lebih dekat dengan alam dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk pembelajaran

E Learning

memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang ada untuk terus belajar

Never Stop Learning

Tidak ada kata berhenti untuk terus belajar

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2020

Materi kelas XII

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN

Salahsatu satu ciri makhluk hidup (organisme) adalah tumbuh dan berkembang.Pertumbuhan adalah proses perubahan / pertambahan ukuran yang meliputi volume, massa, tinggi, jumlah dan panjang. Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) dan tidak dapat kembali (irreversible). Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan; pada tumbuhan ditandai dengan terbentuknya bunga. Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan

Pada tumbuhan, pertumbuhan merupakan aktivitas jaringan meristem, baik promeristem, meristem primer, maupun meristem sekunder. Aktivitas promeristem mengakibatkan terjadinya pertumbuhan embrio dan perkecambahan pada biji. Aktivitas meristem primer mengakibatkan pertumbuhan primer pada ujung batang dan ujung akar .

Terdapat tiga daerah titik tumbuh pada meristem primer yaitu  daerah pembelahan yang terletak di belakang titik tumbuh dan merupakan daerah yang sel-selnya sedang aktif membelah; daerah pemanjangan yang terletak di belakang daerah pembelahan dan memiliki sel-sel yang tumbuh memanjang; dan daerah diferensiasi yaitu daerah yang terletak paling belakang pada daerah pertumbuhan memiliki se-sel yang sudah mengalami diferensiasi bentuk sehingga terbentuk jaringan dewasa yang selanjutnya membentuk organ.

Aktivitas meristem sekunder atau pembelahan sel-sel meristem di kambium membentuk xilem dan floem sekunder. Pertumbuhan sekunder ini umumnya terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan dikotil. Aktivitas kambium ini tidak diikuti dengan seimbang oleh pertumbuhan kulit batang tumbuhan. Untuk mengatasinya, tumbuhan membentuk felem ke arah luar dan feloderm ke arah dalam.

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan antara lain faktor internal (gen dan hormon) dan faktor eksternal (suhu, cahaya, kelembaban air dan unsur hara). Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gen adalah sifat bawaan yang terdapat dalam kromosom sehingga disebut juga faktor hereditas. Sedangkan hormon-hormon yang berperan pada tumbuhan adalah auksin, sitokinin, giberellin, asam absisat, gas etilen, kalin dan asam traumalin.


Materi kelas X


Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. 

Ekosistem tersusun atas komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (benda tak hidup). Berdasarkan tingkat organisasinya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Sedangkan berdasarkan  fungsinya  komponen biotik dibedakan menjadi produsen, konsumen, detritivor dan dekomposer. Komponen abiotik yang menyusun ekosistem terdiri dari suhu, cahaya, air, kelembaban udara, garam-garam mineral dan tanah.

Materi Kelas XI

SISTEM IMUN

Tubuh dapat kebal dari serangan berbagai penyakit karena mempunyai sistem pertahanan tubuh (sistem imun) yang terdiri dari berbagai mekanisme pertahanan. Secara umum sistem pertahanan tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi mekanisme perthanan nonspesifik dan pertahanan spesifik.

Kekebalan Nonspesifik

Kekebalan nonspesifik dibedakan menjadi rintangan eksternal, fagositosis, Inflamasi dan protein antimikrobia. Rintangan eksternal terdiri dari kulit dan membran mukosa yang melapisi permukaan tubuh.Keduanya memberikan halangan fisik masuknya mikroba ke dalam tubuh.Fagositosis adalah proses penelanan organisme yang oleh sel fagositositik (leukosit). Inflamasi atau respon peradangan adalah peningkatan aliran darah ke tempat luka yang berguna untuk meningkatkan unsur penggumpalan darah dan sel-sel fagosit di dalam jaringan yang terluka, sehingga mempercepat pemulihan luka dan menghentikan infeksi. Protein antimikrobia berfungsi melindungi tubuh melalui penyerangan mikroba langsung atau menghambat reproduksinya.Protein ini terdapat di air mata,saliva dan mukosa. Protein antimikroba lainnya seperti interferon berfungsi bagi sel di sekitarnya dalam menghambat reproduksi virus

Kekebalan Spesifik

Kekebalan spesifik dibedakan menjadi Immunitas dengan perantara Antibody (Antibody-Mediated Imunity) dan Imunitas dengan Perantara Sel (Cell-mediated Immunity).

Immunitas dengan perantara Antibody adalah imunitas yang tidak melibatkan sel tetapi hanya senyawa kimia berupa antibodi yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Sel limfosit dihasilkan oleh sum-sum tulang akan teraktivasi dan menghasilkan antibodi yang akan menyerang patogen (bakteri atau virus) dengan bantuan sel limfosit T. Ada tiga macam sel limfosit yaitu sel B plasma, sel B memori dan sel B pembelah. Setelah infeksi berakhir, sel limfosit B mati. Respon imun yang dihasilkandisebut respon imun primer. Jika ada infeksi patogen yang sama, sel B memori masih mengenali sehingga sel B akan membelah dengan cepat dan melindungi tubuh dari serangan penyakit (respon imun sekunder).

Imunitas dengan Perantara Sel melibatkan sel limfosit T yang akan menyerang lansung patogen / protein asing. Sel limfosit T terutama menyerang sel-sel tubuh yang terinfeksi, sel / organ yang yang ditransplantasikan dalam tubuh dan patogen multiselluler seperti fungi dan sel-sel kanker.Ada 4 macam sel limfosit yaitu sel T memori (menyimpan informasi patogen), sel T pembantu (membantu mengontrol sistem imun lainnya), sel T pembunuh (menyerang sel tubuh yang terinfeksi dan sel-sel patogen yang ukurannya relatif besar) dan sel T supresor (menurunkan atau menghentikan respon imun)

Kekebalan Tubuh dan pencegahan Penyakit

Kekebalan tubuh dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Salah satu cara memperoleh kekebalan adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi adalah pemberian antigen (vaksin) tertentu agar tubuh menghasilkan respon imun. Vaksin merupakan patogen yang dimatikan, strain hidup tetapi tidak mematikan, toksin yang dimodifikasi, antigen hasil isolasi, antigen hasil rekayasa.